Tag Archive | Wirausaha perempuan

Olahan Kentang Yang Menjanjikan

Kamis, 11 Juli 2019 bertempat di Sekretariat Koperasi Perempuan Karya Perempuan Mandiri (KPM) diselenggarakan kegiatan Sekolah Kewirausahaan Perempuan (SKP) bersamaan dengan pertemuan rutin anggota koperasi. Pertemuan dihadiri oleh 40 orang anggota dan pengurus Koperasi Perempuan KPM. Kegiatan diawali dengan informasi – informasi seputar aktivitas koperasi dan laporan keuangan bulanan, kemudian dilanjutkan dengan materi SKP yang kali ini membahas tentang Proses Pembuatan Keripik Kentang (Balado) atau berbumbu dan peluang bisnis bagi perempuan. Hadir sebagai narasumber Ibu Umami dan Ibu Wanti yang setahun terakhir menggeluti usaha keripik kentang dan katering.

Narasumber mengajak peserta untuk praktek membuat keripik kentang dari awal hingga akhir. Proses pembuatannya cukup sederhana dan cepat, 1 Kg Kentang membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit untuk menjadi keripik kentang (balado). Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam proses pembuatan keripik kentang (balado) atau berbumbu diantaranya :

  1. Pada saat Proses pengupasan dan pencucian. “Proses pencucian dan pemotongan kentang yang tidak tepat akan berdampak di hasil akhir, maka dalam proses pengupasan dan pencucian harus benar – benar bersih. Dalam proses pencucian cukup direndam sebentar dengan air garam saja lalu disaring dan dicuci kembali baru kemudian di goreng “, Nah disini kesalahan awal yang seringkali muncul ungkap bu Umami saat menjelaskan proses pembuatan.
  2. Kesalahan kedua yang terjadi dalam proses pembuatan keripik kentang adalah biasanya dalam proses penggorengan diaduk – aduk terus, padahal hal tersebut tidak perlu. saat menggoreng dibiarkan saja nanti sekiranya kentang yang digoreng sudah tidak berpelukan (lengket satu dengan yang lain) bisa diangkat, atau cukup diaduk sekali untuk menghindarkan melempem ketika di angkat.
  3. Kesalahan ketiga adalah saat menumis bumbu. Bumbu yang diulek atau diblender sebaiknya tidak dicampur air, misalkan bumbu diblender agar tidak kesulitan memblender maka bumbu langsung dicampur minyak goreng jangan air. Kemudian ketika menumis bumbu diusahakan tumisan bumbu hingga kental atau seperti gulali baru kemudian di campur kentangnya. Karena jika tumisan bumbu tidak seperti gulali atau masih encer maka olahan setelah diangkat akan lekas melempem.
  4. Keempat ketika ingin agar keripik ini tahan lama, setelah dibumbui maka keripik bisa dispinner untuk menghilangkan kadar minyak dalam keripik. Jika sudah di spinner maka keripik kentang (balado) akan tahan hingga 1 bulan, dan siap dipasarkan.

Sebenarnya sudah banyak ibu – ibu yang pernah membuat keripik kentang, namun selama ini hasilnya belum optimal. Seperti setelah digoreng langsung melempem, bumbu tidak meresap dan proses pemasaran yang sulit. teknik – teknik pengolahan dari awal hingga akhir dijelaskan oleh narasumber. Termasuk juga analisa usaha yang menguntungkan dari olahan keripik kentang ini. 1 Kg Kentang + Bumbu Pelengkap + Bahan Lain (Gas, Minyak, dll) membutuhkan kurang lebih biaya pembuatan & proses produksi Rp. 25.000. Jika sudah jadi keripik kentang balado bisa dijual Rp.45.000 – 50.000 perkilo. Untuk menjangkau pasar maka penjualan bisa dilakukan dari kemasan Rp.15.000 hingga kemasan besar (kiloan). Dalam Sebulan permintaan keripik kentang Ibu Umami kurang lebih 50 Kg, bahkan seringkali ibu Umami menolak permintaan dikarenakan tenaga yang berproduksi tidak ada. “Karena saya bekerja hanya dibantu 2 – 3 orang, kadang ada permintaan saya tolak. Selain itu juga karena saya ada kegiatan sosial di desa dan masyarakat” ungkap ibu umami. Saat ini permintaan keripik kentang banyak juga dari kalangan katering makanan biasanya untuk tambahan lauk.  Narasumber mengungkapkan peluang kerjasama untuk ibu – ibu anggota koperasi yang ingin produksi keripik kentang silahkan, nanti bisa diinfokan kepada saya. Karena setiap bulan saya pasti ada permintaan, nanti bisa saling bekerjasama.

Di akhir pertemuan, Ketua Kopwan KPM Ibu Emi mengungkapkan bahwa kegiatan kewirausahaan perempuan ini sangat bermanfaat buat ibu – ibu anggota koperasi, karena seringkali ibu – ibu mengabaikan peluang usaha yang ada di sekitar malah binggung mau mengembangkan usaha yang sulit atau tidak terjangkau. Kentang secara bahan baku tidak sulit dicari, harganya juga relatif murah misalkan ada kenaikan mungkin tidak tinggi disamping itu dala SKP ini ada narasumber yang juga memberikan peluang kerjasama. Sehingga setelah ini ibu – ibu anggota yang ingin mencoba berproduksi bisa segera dilakukan. jika terkait dengan kebutuhan modal, bisa mengakses di Koperasi.

Advertisements

Wirausaha Perempuan

Pilihan bekerja menjadi seorang wiraushan semakin hari semakin meningkat, apalagi dikalangan perempuan. bekerja sebagai seorang wirausaha sesuai dengan kultur perempuan dan mampu dilakukan dengan berbagai keterbatasan dan beban yang ditanggungnya. Wirausaha adalah sebuah pilihan, namun demikian bagi perempuan seringkali itulah jalan untuk meningkatkan kesejahteraannya, mencukupi kebutuhan keluarganya atau bahkan mengurangi ketergantungan pada pihak lain. Dengan wirausaha perempuan bukan saja akan memperoleh pendapatan saja, namun juga mendapatkan kesempatan meningkatkan ketrampilan, pengetahuan serta jaringannya. Lewat wirausaha, perempuan yang sering diidentikkan dengan lemah, tidak mampu, bisa berubah menjadi perempuan yang cerdas, mampu menganalisa dan membuat keputusan serta mampu berpartisipasi dalam urusan publik. Perempuan juga bisa membuat perubahan di keluarganya, kelompoknya maupun lingkup desanya.

Pada hakekatnya semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam menjalankan usaha dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, masyarakat, bangsa dan negaranya. dengan memiliki sebuah usaha atau bergabung dalam sebuah jaringan usaha, perempuan akan memiliki banyak keuntungan antara lain pendapatan secara ekonomi, memiliki kesempatan meningkatkan kapasitas komunikasi, negosiasi, kesempatan belajar himgga memiliki posisi yang lebih baik di mata keluarga dan masyarakat. banyak perempuan sering lebih dipercaya atau didengarkan suaranya karena memiliki usaha. selain itu mereka juga lebih pandai membuat keputusan.

Untuk menjadi wirausaha perempuan yang sukses, diperlukan sebuah perencanaan untuk bisa memulai sebuah usaha. Dengan melakukan perencanaan usaha maka akan mudah menetapkan tahapan menjalankan usaha serta dapat mengukur kelayakan sebuah usaha. Kata Kewirausahaan berasal dari kata dasar Wirausaha. Kata “Wira” berarti pahlawan, berani, jantan atau mulia, sedangkan kata “usaha” berarti kegiatan bisnis komersiil atau non komersiil. usaha juga berarti kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud. Usaha juga berarti pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhitiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu.

Kewirausahaan Perempuan adalah sebuah usaha yang dijalankan oleh perempuan baik sendiri atau bersama kelompoknya baik dalam menghasilkan sebuah produk barang atau jasa (termasuk memasarkannya). Wirausaha juga diartikan sebagai orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai peluang bisnis, mengumpulkan sumber – sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan tindakan yang tepat guna memastikan sukses.

Setiap perempuan memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk menjadi seorang wirausaha. walaupun selama ini, pelaku usaha lebih banyak identik dengan laki – laki. Namun demikian sesungguhnya banyak perempuan juga memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam menjalankan sebuah usaha, bukan hanya sebagai karyawan atau buruh saja, namun juga pemimpin usaha. Perempuan yang memiliki beban domestik mempunyai peluang menggunakan pengalamannya mengurus rumah tangganya menjadi modal usaha. Ketrampilan memasak, mencuci, mengurus anak dll bisa menjadi modal usaha membuka warung makan, usaha loundry, membuka usaha penitipan anak, dst. Untuk menjadi wirausaha, perempuan memerlukan kemampuan melihat peluang dan berani membuat keputusan serta menanggung resiko. Di samping itu perempuan juga mempunyai kemampuan kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan sumberdaya dan peluang untuk mengembangkan usaha yang bertujuan meningkatkan penghasilan dan taraf hidupnya. Kemampuan berkreasi dan berinovasi dalam menciptakan dan menyediakan produk merupakan modal utama dalam meraih peluang, disamping kemampuan dalam manajemen usaha.

Sumber : Modul 1, Kewirausahaan & Rencana Usaha ACCESS

 

 

 

 

Usaha Produktif Perempuan

Perempuan produktif merupakan istilah yang diberikan pada perempuan yang sudah mampu memberikan kontribusi secara ekonomi baik pada dirinya sendiri, keluarga maupun lingkungannya. Kesadaran perempuan untuk maju dan berkembang dalam usaha ekonomi banyak mendukung tumbuhnya jiwa kewirausahaan dalam rangka menciptakan kemandirian ekonomi. Kemandirian meningkatkan harkat martabat juga posisi tawar perempuan dalam berbagai hal.  Di era modern perempuan dituntut bisa membangun kemandirian ekonominya dengan pengelolaan dan pengembangan usaha (bisnis). Sebagian besar usaha perempuan banyak berkaitan dengan wilayah “domestik” dekat dengan lingkungan rumah tangganya, seperti pada sektor jasa, industri rumah tangga, serta sektor informal lainnya. Perempuan dengan kemampuannya bisa menyisihkan waktu luangnya mengurus rumah tangga dan membuka usaha produktif seperti industri rumahan berupa kerajinan tangan, tenun, menjahit pakaian, membuat makanan olahan, warung sembako, warung makan dan lain – lain.

Dalam bermasyarakat antar perempuan juga membangun kelompok usaha bersama dengan pengelolaan usaha simpan pinjam untuk permodalan usaha. Peran perempuan sebagai pengelola usaha telah berkembang tidak hanya diwilayah perkotaan tetapi juga kewilayah pedesaan. Perempuan di pedesaan banyak menjalankan kegiatan usaha di pertanian, peternakan, perikanan, industri kecil dan perdagangan. Pengembangan usaha rumah tangga yang ditangani perempuan banyak memanfaatkan potensi lokal dan tenaga kerja keluarga. Secara tradisional usaha dikelola turun temurun tanpa ada perencanaan dan pembukuan usaha. Meskipun demikian para pengusaha sudah bisa menikmati keuntungan meskipun belum ada perhitungan pasti. Maka penting kiranya adanya pengetahuan yang mendasar bagi perempuan di dalam mengembangkan usaha produktifnya. Selama ini usaha produktif perempuan yang berjalan, hanya dimaknai ”yang penting berjalan, tidak rugi, dan mampu menambah pendapatan rumah tangga” belum berfikir bagaimana usaha tersebut kemudian dapat maju, berkembang dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Usaha produktif perempuan yang dikelola dengan baik, memiliki managemen yang baik akan banyak mendapatkan banyak manfaat diantaranya  :

  • Usaha produktif tersebut sebagai Tempat belajar atau forum bersama bagi perempuan tentang bagaimana mengelola usaha, menentukan jenis usaha, menjalankan usaha, administrasi usaha, dll
  • Usaha produktif mampu untuk Menambah penghasilan keluarga.
  • Dengan adanya usaha produktif perempuan, maka mampu meningkatkan kemampuan dan martabat perempuan baik di ranah domestik maupun ranah publik.
  • Usaha Produktif yang terlembagakan dengan baik, biasanya akan memiliki forum belajar bersama. dimana forum belajar bersama usaha produktif tersebut sebagai Tempat/wadah untuk mengeluarkan pendapat, ide dan belajar menjadi pemimpin bagi perempuan.
  • Usaha Produktif mampu menumbuhkan dan mengembangkan pribadi yang tangguh dan mandiri.
  • Berkembangnya usaha produktif mampu mempercepat pembangunan daerah, menciptakan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pengemtasan kemiskinan.

Di wilayah pedesaan, usaha produktif perempuan sebenarnya sudah banyak dilakukan hanya saja seringkali belum terorganisir dengan baik. Usaha produktif yang dilakukan baru sebatas yang penting jalan, belum dikelola dengan baik, Sehingga terkesan ”yang penting jalan” . Padahal jika usaha – usaha produktif perempuan tersebut dikumpulkan, kemudian diajak belajar bersama terkait dengan peluang usaha saat ini, pemasaran offline dan online, serta bagaimana membangun jaringan tentunya usaha produktif perempuan tersebut tidak hanya sekedar berjalan. Karena keberadaan usaha produktif perempuan setiap tahunnya jumlah nya terus bertambah, dari perempuan usia muda hingga yang sudah berkeluarga banyak yang sudah menjalankan usaha produktif. Namun banyaknya usaha produktif perempuan tersebut (khususnya di Desa) belum mampu meningkatkan kesejahteraan perempuan (khususnya) secara signifikan. Maka perlu adanya treatment khusus bagi usaha produktif perempuan agar mampu berkembang dengan baik.

 

 

 

Perempuan & Wirausaha

Menjadi wirausaha/pengusaha bagi seorang perempuan bukan hal yang mudah. Menjadi hal yang tidak mudah, dikarenakan ketika akan memulai usaha perempuan harus memikirkan permodalan, diketahui bersama ketika perempuan ingin mengakses modal (pinjaman) harus sepengetahuan keluarga atau suami, selain itu bagi perempuan yang sudah memiliki anak perlu selektif memilih jenis usaha karena tentunya usaha yang tidak mengganggu pengasuhan anak. Selain karena keterbatasan, perempuan sering tidak berani membuat keputusan sendiri, banyak tergantung dengan keluarga, suami maupun orang lain.

Tujuan menjadi pengusaha seringkali bukan cita – cita, namun karena kondisi menuntut perempuan mempunyai penghasilan demi memenuhi kebutuhan dan keluarganya, maka perempuan dituntut mampu menjadi seorang pengusaha ekonomi. Saat ini cukup banyak perempuan memilih menjadi wirausaha. Pilihan bekerja menjadi seorang wirausaha semakin hari semakin meningkat, apalagi dikalangan perempuan. Bekerja sebagai seorang wirausaha sesuai dengan kultur sosial perempuan dan mampu dilakukan dengan berbagai keterbatasan dan beban yang ditanggungnya. Dengan wirausaha perempuan dapat berupaya meningkatkan kesejahteraannya, mencukupi kebutuhan keluarganya atau bahkan mengurangi ketergantungan pada pihak lain. Dengan wirausaha perempuan bukan saja akan memperoleh pendapatan saja, namun juga mendapat kesempatan meningkatkan ketrampilannya, pengetahuannya serta jaringannya. Melalui wirausaha, perempuan yang sering diidentikkan dengan perempuan lemah, ternyata mampu berubah menjadi perempuan yang cerdas, mampu menganalisa dan membuat keputusan serta mampu berpartisipasi dalam urusan publik. Perempuan juga bisa membuat perubahan dikeluarganya, kelompoknya maupun lingkup desanya.

YSKK dan Profil Ekonomi Desa

Tahun 2018 Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) berencana untuk mengembangkan Desa MANTAP berbasis kewirausahaan perempuan, yaitu Desa Mandiri – Terampil – Produktif yang berdasarkan pada optimalisasi aktivitas usaha perempuan yang ada di desa. Desa MANTAP berbasis Kewirausahaan Perempuan yang digagas oleh YSKK adalah sebuah gambaran Desa dimana di desa tersebut terdapat berbagai macam kelompok ekonomi perempuan yang berkembang dengan baik, yang memiliki ragam produk dan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Salah satu tahapan yang dilakukan dalam rangka Implementasi desa MANTAP adalah proses penggalian data dan informasi terkait dengan potensi ekonomi yang ada di desa. Potensi ekonomi tersebut berupa data – data dan informasi terkait dengan aktivitas ekonomi, kekayaan alam yang ada di desa seperti :

  1. Data dan Informasi Mata Pencaharian Penduduk Desa, hal ini penting untuk mengetahui apa yang menjadi mata pencaharian sebagian besar penduduk desa. Karena harapannya keberadaan desa MANTAP nanti mampu memberikan sumbangsih peningkatan pendapatan bagi masyarakat
  2. Data dan Informasi tentang keberadaan kelompok ekonomi yang ada di Desa. kita ketahui bersama di desa banyak sekali bermunculan kelompok – kelompok ekonomi, entah kelompok tersebut terbentuk atas inisiasi masyarakat maupun terbentuk atas inisiasi pemerintah. Kelompok tersebut memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi desa namun selama ini belum terorganisir dan terdata dengan baik. Kelompok ekonomi tersebut seperti Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, Kelompok Pamdus, Kelompok kerajinan, kelompok olahan makanan, dll.
  3. Data dan Informasi tentang Industri Kecil Menengah (IKM) desa. Keberadaan IKM ini penting untuk didata dengan baik, karena dari data IKM yang dimiliki desa sebenarnya akan nampak kecenderungan kegiatan usaha yang ada di Desa, bahkan dari data ini kita bisa tahu sentra – sentra industri yang dikembangkan di padukuhan – padukuhan.
  4. Data dan Informasi tentang Kegiatan Jasa dan Perdagangan di Desa. Kegiatan jasa dan perdagangan di desa seperti keberadaan toko kelontong, toko oleh – oleh, jasa reparasi kendaraan, percetakaan dll. Kegiatan Jasa dan Perdagangan di lingkup desa, jika didata dengan baik akan memberikan sumbangsih bagi desa ketika akan mengembangkan kegiatan kewirusahaan Desa seperti inisiasi BUMDesa misalnya.
  5. Data dan Informasi tentang infrastruktur ekonomi, seperti Pasar Desa, BUMDesa, Ruko/Kios Desa, dll. infrastruktur ekonomi ini menjadi penting untuk mengetahui seberapa besar kesiapan Desa dalam Mengembangkan Desa MANTAP.
  6. Dari 5 data dan informasi diatas yang terkait dengan potensi ekonomi desa, ada informasi yang juga cukup penting untuk diperoleh yaitu informasi tentang Sumber Daya Alam yang ada di desa beserta kondisinya saat ini.

Data dan informasi potensi ekonomi desa tersebut bisa diperoleh melalui Profil Desa – website desa/ Data dari Dinas Perdagangan Kabupaten atau jika data sekunder desa belum update maka bisa juga melakukan indentifikasi langsung di lapangan. Dalam rencana pengembangan dan Implementasi Desa MANTAP data dan informasi tersebut diatas penting untuk diperoleh sebagai baseline data menyusun strategi serta aktivitas yang baiknya dilakukan untuk implementasi Desa MANTAP. Dari data yang diperoleh tersebut akan diketahui tentang potensi sumber daya manusia dan alam yang ada di desa, potensi ekonomi yang ada di desa serta aktivitas ekonomi mayoritas masyarakat di desa yang kemudian bisa dikembangkan bersama – sama, dengan menaikkan/ meninggkatkan aktivitas yang sudah ada dimasyarakat agar lebih optimal.

Dalam mengembangkan Desa MANTAP berbasis kewirusahaan perempuan, YSKK sengaja untuk tidak menghadirkan produk baru di masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) melalui identifikasi Potensi Ekonomi Desa harapannya Desa MANTAP ini mampu mengoptimalkan potensi – potensi yang ada di desa agar memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi, sehingga mampu lebih mensejahterakan masyarakat. Karena suatu program yang dijalankan dengan mendasar pada potensi masyarakat akan lebih berkelanjutan daripada sebuah program yang dikembangkan atas dasar ide perorangan.

-Lusi-