Tag Archive | mengembangkan produk unggulan desa

Tahapan Mengembangkan Produk Unggulan Desa

Dalam rangka mendukung pembangunan Desa, Kementrian Desa Pembanguan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) telah menetapkan empat program prioritas. Empat program tersebut yakni (1) Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), (2) Membangun embung air desa, (3) Mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), (4) Membangun Sarana Olahraga Desa (Raga Desa). Khususnya yang terkait dengan Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) adalah dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas produk unggulan Desa, agar mampu bersaing dan memberikan manfaat ekonomi masyarakat bagi masyarakat.

Didalam pelaksanaannya, pengembangan Prukades masih terdapat beberapa kendala terutama di tingkat desa diantaranya, Pertama Desa seringkali masih kebingunan dalam menentukan apa yang akan menjadi produk unggulan desa yang layak untuk dikembangkan, Kedua jika sudah menentukan produk unggulan tersebut kemudian bagaimana produk tersebut mampu bersaing dengan wilayah – wilayah lain, Ketiga Bagaimana mempromosikan produk unggulan tersebut agar mampu dikenal oleh masyarakat secara luas. Karena disadari bersama keterbatasan promosi dan pemasaran masih sangat dirasakan di Desa.

Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) melalui Divisi Pemberdayaan Perempuan di tahun 2018 berinovasi untuk mengembangkan Desa MANTAP (Mandiri, Terampil, dan Produktif) di 4 Desa (Desa Semin, Sambirejo, Watusigar dan Kampung) di Kabupaten Gunungkidul, dimana salah satu Indikator Desa MANTAP adalah Desa Memiliki Produk Unggulan, yang menjadi ciri khas dari Desa Tersebut. Dalam penentuan produk unggulan Desa beberapa tahapan yang dilakukan diantaranya :

  1. Penyusunan Profil Ekonomi Desa, dimana dalam profil tersebut teridentifikasi potensi – potensi lokal desa, dari potensi alam, sumber daya manusia, industri mikro kecil, aktivitas perdagangan dan infrastruktur ekonomi. Biasanya dari Potensi Ekonomi Desa ini akan nampak potensi apa saja yang sebenarnya sudah ada di Desa namun kurang dioptimalkan.
  2. Focus Group Disscussion (FGD) dengan Pemerintah Desa beserta masyarakat (khususnya Kelompok – kelompok Ekonomi Desa)  dalam membangun kesepakatan terkait dengan apa yang akan menjadi produk unggulan Desa. FGD dilakukan dengan memaparkan hasil Penyusunan Profil Ekonomi Desa, dimana didalam Profil Ekonomi Desa tersebut akan nampak peluang untuk pengembangan produk atau sumber daya alam potensial desa. Sebagai contoh Beberapa pilihan dari Produk unggulan 4 Desa yang didampingi YSKK sepakat untuk produk unggulan Desa diantaranya seperti : Produk Olahan Umbi umbian, Olahan  daun kelor, aneka kripik sayuran, Kerajinan anyaman plastik dan kerajinan akar wangi.  Pilihan tersebut didasarkan hasil Identifikasi Potensi Ekonomi Desa yang menunjukan bahwa produk – produk tersebut sudah lama banyak diproduksi oleh masyarakat. Sehingga ada jaminan untuk produk tersebut terus diproduksi.
  3. Tahap selanjutnya, setelah disepakati produk apa saja yang akan menjadi produk unggulan Desa adalah bagaimana meningkatkan kualitas & kuantitas produk unggulan desa tersebut supaya layak jual, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan desa. Proses meningkatkan kualitas & kuantitas produk dilakukan dengan melakukan identifikasi Kekuatan – kelemahan – peluang – tantangan dalam mengembangkan Produk Unggulan bersama dengan para pelaku ekonomi dari produk tersebut, Pemerintah Desa dan Pihak terkait. Identifikasi dilakukan untuk mengetahui proses produksi produk dari Hulu – Hilir, sehingga akan diketahui tahapan apa saja yang baiknya dilakukan untuk mengoptimalkan produk unggulan tersebut. Apakah pada proses produksinya, Pengemasan, Pemasaran atau bahkan di bagian pengadaan Bahan Baku.Dan pada setiap tahapan akan nampak kelemahan dari Produk Unggulan tersebut, yang kemudian bisa menjadi rekomendasi untuk diperbaiki bersama.
  4. Ditahapan terakhir adalah membangun pasar – jejaring dalam rangka mempromosikan dan menjual produk unggulan tersebut supaya dikenal oleh masyarakat luas.
  5. Evaluasi & Monitoring, merupakan aktivitas yang baiknya melekat dalam setiap tahapan agar Tujuan awal untuk Mengembangkan dan Mengoptimalkan Produk unggulan tersebut.

 

Tahapan yang sangat urgen untuk dilakukan secara cermat adalah pada 1 – 3, dimana pada tahap ini jika sejak awal salah menentukan apa yang akan menjadi produk unggulan Desa, maka didalam perkembangannya pun akan mengalami kesulitan. Begitu halnya jika kesalahan terjadi di tahap ketiga, dimana tahap ketiga adalah tahapan untuk mengidentifikasi Kekuatan dan Kelemahan Produk Unggulan (selama ini) maka upaya optimalisasi Produk Unggulan bisa menjadi kurang efektif.

Advertisements