Tag Archive | anak kecanduan teknologi

Waktu Yang Tepat Untuk Anak Mengenal Gadget

Doc.Google

Gadget, mempunyai pengaruh yang besar pada perkembangan anak-anak zaman sekarang. Bagi anda yang menerapkan aturan bijak pada anak dapat berpengaruh positif sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sedangkan di lain sisi penggunaan yang terlalu sering dan membuat anak anda ketergantungan sehingga hanya menginginkan bermain dengan gadget saja akan membuatnya menjadi anak yang anti sosial, cenderung tertutup dan tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya.

Dalam menyikapi perkembangan teknologi saat ini termasuk gadget ada baiknya anda mengetahui waktu yang tepat dalam pemberian gadget pada anak anda. Dalam pemberian gadget dapat disesuaikan dengan perkembangan usia anak anda, pada usia 5 tahun anda dapat memperkenalkan warna, bentuk dan juga suara.Tentu saja pada usia ini juga anda harus mampu membatasinya pemakaian gadget sehingga fungsinya tetap dapat membantu anda untuk mengedukasi anak anda.

Selain itu pertimbangan selanjutnya pada usia 5 tahun perkembangan otak anak sudah optimal apabila diberikan rangsangan sensorik secara langsung berbeda dengan anak di bawah usia 5 tahun yang diberi gadget akan berdampak berkelanjutan apalagi bila tidak didampingi oleh orang tua sehingga akan berdampak pada kurangnya interaksi dengan lingkungannya. Pada otak bagian depan memiliki fungsi untuk memberikan perintah untuk menggerakkan anggota tubuh sedangkan pada bagian belakang terdapat penggerak sehingga apabila dapat merangsang hormon endorfin yaitu pusat kesenangan dan kenyamanan maka akan membuat anak anda kecanduan bermain dengan gadget yang terpola sejak awal perkembangan anak anda.

Begitu pula bagi anda yang yang mempunyai anak berusia kurang dari 2 tahun disarankan tidak mengenalkan terlebih dahulu permainan dari jenis layar monitor seperti laptop, komputer tablet atau PC. Hal sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh The American Acedemy of Pediatrics yang dapat dijadikan acuan  bahwa idealnya anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya terbebas dengan permainan yang melibatkan layar monitor. Dikarenakan dampak yang negatif dari pemberian gadget adalah kondisi kesehatan mata selain itu  radiasi dari beberapa ponsel atau tablet PC akan mengganggu perkembangan otak anak anda.

Selain memperkenalkan gadget, terkadang anda juga bertanya tanya waktu yang tepat untuk memberikan kepemilikan gadget pada anak anda. Pemberian hak untuk memiliki gadget pribadi pada anak harus anda pertimbangkan usia anak anda. Hasil penelitian yang dilansir dalam situs Cashinyourgadgets.co.uk menemukan 13% orang tua memberikan gadget pada anak berusia 10 tahun sedangkan persentase terbanyak yaitu pada usia 13 tahun ke atas sekitar 45%. Hal ini dapat menjadi acuan pada orang tua bahwa pemberian kepemilikan gadget sebaiknya tidak terburu-buru akan tetapi pertimbangkan kesiapan anak anda untuk mengikuti aturan main dalam penggunaan gadget tersebut.

Pada anak yang telah diperkenalkan dan memiliki gadget sebaiknya memiliki batasan waktu dalam menggunakan gadget. Buatlah aturan hanya menggunakan gadget tidak lebih dari dua jam dalam satu hari pada anak usia 5 tahun. Berikan pengertian dan juga pengawasan dalam penggunaan gadget apalagi pada usia anak anda 5 tahun. Setelah usia anak anda pra remaja anda dapat memberikan pengawasan seminggu sekali dan memberikan pengertian bahaya dari penggunaan gadget yang berlebihan yang mengakibatkannya terasing dengan lingkungan sosialnya

Sumber : Kapan Waktu Tepat Memperkenalkan Gadget Pada Anak? http://bidanku.com/kapan-waktu-tepat-memperkenalkan-gadget-pada-anak#ixzz39U64tuW6

Advertisements

Gadget Untuk Anakku

Dok.Google.comMelihat senyum menghiasi wajah seorang anak adalah sebuah kebahagiaan yang menyejukkan hati bagi siapa saja yang melihatnya. Serasa tak ada beban dalam hidup ini, mungkin itu seolah olah dapat digambarkan. Memang jika kita ingin sejenak melupakan permasalahan hidup yang ada kita dapat memandang wajah anak – anak, atau buah hati kita. Karena disana terpancar aura kejujuran dan ketulusan. Maka sebagai orang tua akan sangat bijak untuk kita selalu memberikan yang terbaik bagi anak. Memberikan yang terbaik bagi anak adalah memberikan hal yang memang anak – anak butuhkan. Bukan barang mahal, mewah atau bahkan barang yang mereka inginkan.

Zaman serba canggih saat ini, tidak sedikit orang tua yang melengkapi anaknya dengan alat – alat teknologi yang canggih dan modern seperti Handphone, Tablet, Ipad, dan jenis gadget lainnya. Tanpa tahu berapa usia anak yang pas untuk bisa memiliki barang tersebut diatas. Dengan alasan “agar anaknya melek teknologi, tidak gaptek, tidak kalah dengan anak – anak zaman sekarang” para orang tua saat ini cenderung sudah mengenalkan anak akan barang – barang tersebut sejak usia balita. “Bayi mana saat ini yang tidak kenal akan Handphone” ujar seorang ibu.

Dibalik pengenalan ataupun pemberian barang – barang berteknologi cangih tersebut kepada anak, banyak sisi negatif yang muncul dalam perkembangan anak kedepan mengingat sang anak memang belum cukup matang untuk menerima benda – benda tersebut. Seperti, Pertama Anak kecenderungan memiliki sikap egois karena barang tersebut lebih bisa dimainkan secara individu. Game di gadget kebanyakan adalah permainan yang hanya dilakukan oleh anak sendiri atau jika tidak anak vs gadget yang bermain. Kedua Anak Kurang bisa bergaul karena ia hanya berhadapan dengan benda mati. Ya benda mati yang memiliki fitur canggih Ketiga Anak menjadi kurang kreatif karena fitur – fitur yang ada dalam teknologi tersebut sangat lengkap dan memudahkan si penggunanya.  Keempat, Jika terlalu sering digunakan dapat merusak kesehatan seperti mata, syaraf dan otak karena adanya kontaminasi radiasi dari pencahayaan.

Memaksimalkan tumbuh kembang anak adalah kewajiban orang tua, dan dalam rangka memenuhi hal tersebut tentunya orang tua harus paham apa saja yang sebaiknya dikenalkan dan diberikan oleh anak. Memberikan barang – barang berteknologi canggih kepada anak adalah sesuatu yang tidak salah asalkan sesuai dengan porsinya. Dan tidak lupa adalah memberikan pendampingan ketika anak menggunakan baik pendampingan secara langsung maupun tidak langsung. Karena bagaimanapun kenakalan yang terjadi pada anak bukanlah salah sang anak, tetapi kesalahan lingkungan yang mendidiknya.