Pertemuan Bulanan Kopwan MUP

Rabu, 19 Juli 2017 diselenggarakan pertemuan pengurus Koperasi Mitra Usaha Perempuan (MUP) Desa Kampung Kecamatan Ngawen. Pertemuan yang diikuti oleh 7 orang pengurus Koperasi tersebut membahas antara lain tentang : Adanya undangan pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi DIY, Undangan kegiatan Pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Gunungkidul, Laporan Keuangan Koperasi dan yang terakhir adalah terkait dengan pengembangan usaha dagang koperasi. Pertemuan dilaksanakan dengan masing – masing bidang melaporkan hal – hal apa saja yang sudah dilakukan selama bulan Mei – Juni, dan apa saja yang masih menjadi kendala.

Terkait dengan undangan pelatihan dari Dinas Koperasi DIY rencananya akan diwakili oleh Ketua Koperasi mengingat tema yang diangkat dalam pelatihan adalah terkait tentang Managemen Resiko Bagi  Koperasi. sedangkan terkait dengan undangan pameran produk, untuk sementara Kopwan MUP tidak mengirimkan produk untuk dipamerkan mengingat minggu ini Desa Kampung akan menyelenggarakan syawalan dimana para warganya saat ini sedang disibukkan dengan persiapan syawalan, sehingga anggota kopwan MUP yang biasanya membuat produk makanan sementara sibuk membuat pesanan untuk syawalan.

Dua Pokok bahasan dalam rapat yang menjadi pembahasan cukup penting dan lama adalah terkait dengan keuangan koperasi dan pengembangan usaha. Untuk keuangan koperasi hingga bulan Juni 2017, Kopwan MUP hanya mendapatkan pendapatan sebesar Rp. 7,7 Juta pendapatan ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2016.  Dimana pada bulan Juni 2016 Kopwan MUP memiliki Pendapatan sebesar sekitar Rp. 9 Juta. Menurunnya pendapatan koperasi ini dikarenakan masih tingginya piutang tidak lancar (terutama selama bulan Mei – Juni), dan mulai dikeluarkannya biaya untuk insentif bagi pengurus setiap bulannya sebesar 20% dari pendapatan setiap bulan. Terkait dengan menurunnya pendapatan koperasi, hal yang kemudian menjadi rekomendasi dalam rapat untuk segera ditindak lanjuti adalah Bendahara Kopwan MUP wajib melakukan pemetaan Piutang anggota. Piutang Anggota diklasifikasikan dalam 4 Kategori, Piutang lancar, Piutang Kurang Lancar ( Piutang yang pembayarannya Kurang dari 3 bulan ), Piutang Tidak Lancar (Piutang yang pembayarannya lebih dari 3 bulan hingga maksimal 6 bulan), dan Piutang yang Macet (Piutang yang pembayarannya lebih dari 6 bulan). Klasifikasi piutang anggota ini perlu untuk dilakukan, untuk melihat pada klasifikasi yang mana akan dilakukan prioritas penagihan atau tindakan penagihan. Selain menurunnya pendapatan koperasi, jumlah permintaan pinjaman dengan jumlah keuangan koperasi yang tidak seimbang. Bulan Juli ini saja sudah ada permintaan pinjaman sebesar Rp. 8,5 Juta, namun keuangan koperasi hanya mampu memberikan pinjaman sebesar Rp. 2,5 Juta. Hal ini tentunya tidak akan terjadi jika pencatatan piutang dilakukan dengan sistematis.

Selanjutnya adalah terkait dengan pengembangan usaha Kopwan MUP. Selama ini Kopwan MUP mengembangkan usaha penggaduhan kambing, namun dari usaha tersebut kopwan MUP tidak mendapatkan hasil yang cukup baik bahkan cenderung merugi. Hal ini dikarenakan jangka waktu penggaduhan yang lama (tidak ada kesepakatan terkait waktu), dan penyakit kambing yang menyebabkan harga kambing menurun. Untuk mengatasi persoalan tersebut, dalam pertemuan pengurus disepakati bahwa mulai Juli 2017 Kopwan MUP tidak lagi mengembangkan usaha gaduhan kambing, namun lebih memilih usaha pengemukan kambing (kambing jantan). Usaha penggemukan kambing dirasa lebih mudah untuk dilakukan karena waktunya yang relatif lebih singkat, dan resiko penyakit juga lebih bisa diatasi karena kambing Jantan. Minimnya pendapatan Koperasi dari usaha dagang merupakan salah satu dari penyebab perkembangan aktiva/kekayaan koperasi sangat lambat.

Beberapa rekomendasi dari hasil pertemuan pengurus Kopwan MUP bulan Juli 2017 ini kemudian akan menjadi bahan monitoring dan evaluasi kinerja koperasi bulan selanjutnya. Titik kritis dari kondisi Koperasi MUP terletak pada kegiatan simpan pinjam yang berjalan sangat lambat. Koordinasi yang baik antar pengurus serta pencatatan pembukuan keuangan secara sistematis menjadi salah satu kunci agar kopwan MUP mampu keluar dari persoalan yang dihadapi.

-Lusi-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s